Pemerintah Kabupaten Gorontalo merasa sangat berkepentingan sehingga terus berupaya maksimal mendukung penyelamatan Danau Limboto. Pasalnya, danau di tengah kritis itu seutuhnya berada di wilayah Kabupaten Gorontalo. Dalam perjalanannya, krisis danau itu kini tak lagi hanya berkisar pada pendangkalan, namun masalah penyempitan areal telah menjadi ancaman baru sehingga dikhawatirkan menyebabkannya menjadi punah.

Memiriskan memang melihat kondisi Danau Limboto yang merupakan simbol kekayaan alam Gorontalo dalam kondisi terancam. Meskipun saat ini Pemerintah tengah melakukan penanganan dan mengucurkan anggaran tak sedikit, tetapi upaya itu sepertinya masih butuh dukungan penuh dari segenap masyarakat.

Penyebab krisis Danau Limboto tersebut juga menguat dalam forum gruop discussion (FGD) tentang desiminasi riset Danau Limboto yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Gorontalo, Senin (10/7) di aula BAPPPPEDA Kabupaten Gorontalo. Pada FGD itu Pemerintah Daerah ini berkolaborasi dengan berbagai Perguruan Tinggi dan menghadirkan Prof. DR. Satria Bijaksana, seorang ahli teknigeofisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang sebelumnya telah melakukan survey di areal Danau Limboto.

“Terlepas dari apa yang dilakukan disini (penanganan krisis Danau Limboto), harus ada political will dari Pemerintah dan masyarakat menyangkut masa depan Danau Limboto”, ungkap Satria Bijaksana diawal pemaparannya. Hadir memimpin FGD tersebut Asisten III Sekkab Gorontalo, Hen Restu.

Selain itu, Prof. Satria menambahkan hal terpenting yang perlu ditempuh Pemerintah adalah menetapkan zona wilayah danau yang tidak boleh dikurangi. “Perlu ditentukan zona dalam dan zona luar, maka akan lebih mudah untuk menetukan langkah-langkah kedepan”, ujarnya.

Untuk penetapan zona tersebut, tambah dia, Pemerintah wajib membentuk payung hukum sebagai tindakan efektif pemulihan kondisi Danau Limboto. Dengan upaya serius maka diharapkan generasi yang ada sekarang dapat mewariskan kekayaan alam itu ke generasi berikutnya. (*)