Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Evaluasi BSP, Bupati Nelson tekankan penyalurannya harus diperbaiki

Bupati Nelson Pomalingo memimpin rapat koordinasi terkait evaluasi BSP di Kabupaten Gorontalo, Rabu (1/9/2021) di ruang Madani Lt. II Kantor Bupati Gorontalo.

LIMBOTO – Penyaluran Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang harusnya dinikmati masyarakat miskin di Kabupaten Gorontalo dengan nyaman disayangkan masih menemui kendala. Karena itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menekankan hal itu perlu diperbaiki. Apalagi saat ini kondisi ekonomi masyarakat mengalami goncangan karena pandemi Covid-19.

Pada rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Madani Lt. II Kantor Bupati Gorontalo, Rabu (1/9/2021), Nelson meminta dinas terkait agar dapat menyajikan data usulan yang akurat, sehingga BSP benar-benar menyentuh masyarakat yang layak menerima.

Tak hanya itu, kendala penyaluran BSP di Kabupaten Gorontalo juga disinyalir terpengaruh oleh penyuplai bantuan yang tidak menyediakan bahan sesuai harapan.

Karena itu Bupati Nelson mengingatkan sudah waktunya Tim Koorsinasi (Tikor) mendesak Bank Penyalur BSP di Kabupaten Gorontalo (dalam hal ini BRI) untuk mengevaluasi kesiapan E-Warong. Keberadaan E-Warong, tegas Bupati, perlu dievaluasi apakah masih berkomitmen mengelola penyediaan bahan kebutuhan pokok BSP sesuai ketentuan.

“Kalau dia baik kenapa dia harus diganti, itulah yang saya bilang. Bahkan (jika perlu) pihak BRI harus menyurat ke Pusat untuk desa-desa yang tidak punya jaringan (blankspot) maka itu harus dia usulkan, sehingga langsung satelit, begitu kan bagus. Ini juga bahan evaluasi untuk BRI, tahun ini kita berikan ruang,” ucapnya.

 

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo

 

Para petugas pendamping penyaluran BSP yang ditunjuk juga diminta mengawasi sumber ketersediaan kebutuhan pokok di E-Warong apakah memang benar-benar diperoleh dari wilayah Kabupaten Gorontalo.

“Beras ini ada yang dari luar, berarti kita tidak lihat, makanya saya bilang suplier dilihat. Kalau dia ambil dari luar kita stop. Kita yang ngatur kok, bayangkan 10 miliar uang masa mau beli beras dan ayam harus dari luar. Padahal kita mempunyai peternakan disini, beli telur dari luar, kita banyak telur disini. Bagaimana uang beredar disini, sambil melayani rakyat dengan benar juga ekonomi jalan”, tegasnya.

*/Kominfo/Rian/Jn

Bagikan artikel:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Secured By miniOrange