Disnakeswan Fokus Tuntaskan Antraks

Anthrax adalah penyakit serius dan langka yang disebabkan oleh Bakteri Bacillus anthracis. Biasanya bakteri ini menjangkiti hewan ternak dan hewan – hewan yang di pakai dalam permainan, seperti rodeo, karapan sapi, atau adudomba. Bakteri B. anthracis memproduksi spora yang dapat menyebarkan infeksi. Penularan kepada manusia dapat terjadi dengan menghirup sora anthrax.  Sampai saat ini tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab ananthrax dapat menular antar manusia.  Namun orang yang sehat memiliki kemungkinan tertular jika dia memiliki luka di kulit yang bersentuhan secara langsung dengan luka yang ada pada kulit penderita anthrax.

Beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 17 januari tahun 2019 kita di kejutkan dengan adanya lapaoran masyarakat dari Kecamatan Pulubala tepatnya Desa Bakti telah terjadi kasus Anthrax pada manusia.  Atas dasar laporan masyarak atter sebut pada tanggal 18 januari tahun 2019 Tim investigasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Subdin Dinas Peternakan Pada Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bergerak cepat dengan melakukan pengobatan ternak disekitar lokasi kasus.   Dari hasil investigasi di dapatkan pula laporan bahwa telah terjadi kasus potong paksa kambing milik warga dan daging kambing tersebut dibagi – bagikan kepada 23 orang, dari 23 orang yang mengkonsumsi daging terseb utter catat 3 orang mengalami efek berupa luka dan secara klinis  dinyatakanbahwalukatersebutakibatbakteri Anthrax.

Atas kejadi anter sebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo terus melakukan koordinasi dengan pihak – pihak yang terkait tentang penyebaran penyakit Anthrax , yaitu pada tanggal 18 dan 19 Januari 2019 bersama Tim Balai Besar Veteriner Maros melakukan investigasi kembali.  Investigasi ini menyangkut pengambilan sampel tanah lokasi kasus kejadian untuk dilakukan uji ulang.

Sambil menunggu hasil uji Lab dari Balai Besar Veeriner Maros dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo telah melakukan langkah –langkah teknis berupa penangan kasus dengan melakukan vaksin dan pemberian antibiotic dan vitamin.    Total Hewan ternak yang sudah di vaksin asi sampai dengan tanggal 29 Januari berjumlah 1,454 jumlah total yang di vaksin dan pengobatan dengan rincian:

Harapan kepada masyarakat, untuk menghindari terjadinya penyakit anthrax di himbau untuk tidak mengkonsumsi hewan / ternak yang terkena penyakit dan menghindari kontak langsung dengan hewan / ternak yang sakit, dan apabila terjadi kasus kematian yang tiba – tiba pada hewan / ternak untuk segera me laporkan kepada Pemerintah Setempat dan segera berkoordinasi dengan intansi teknis terkait.

Bagikan: