Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Peserta Pemilukada Nyatakan Sikap Perangi Covid-19

LIMBOTO – Perwakilan para Calon Kepada Daerah dan Calon Wakil Kepada Daerah yang merupakan peserta dalam perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Gorontalo tampak berapi-api menyampaikan sikap dan berjanji akan menerapkan protokol kesehatan disetiap aktifitas mereka.

Hal ini terlihat dalam sosialisasi penanganan Covid-19 yang diprakarsai Kepolisian RI yang melibatkan unsur TNI, Pemkab Gorontalo, serta berbagai elemen masyarakat, Kamis (10/9/2020).
Kegiatan berlangsung di pelataran Menara Pakaya untuk menandai kampanye penggunaan masker serentak di seluruh Indonesia.

Menanggapi pernyataan sikap dari perwakilan para colon Pilkada itu, tak heran jika Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Hadijah U. Tayeb menjelaskan agenda tersebut juga merupakan upaya dalam menyukseskan pilkada dengan tetap megutamakan protokol kesehatan.

“Menjaga keamanan, kedamaian dan kesejukan daerah Gorontalo khusunya Kabupaten Gorontalo,” ungkap Panglima ASN di Kabupaten Gorontalo ini. #

 



Lihat video pernyataan sikap perwakilan peserta Pemilukada Kabupaten Gorontalo untuk memerangi Covid-19

ASN wajib menggunakan Masker dan Face Shield pada jam kerja

LIMBOTO – Bupati Nelson Pomalingo menghimbau Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk menggunakan masker lengkap dengan pelindung wajah atau face shield selama jam kerja atau saat melaksanakan tugas di kantor. Penerapannya akan diawasi oleh masing-masing pimpinan satuan kerja. Imbauan Bupati Gorontalo kepada ASN itu untuk memutus penyebaran Covid-19 yang dituangkan melalui Surat Edaran Nomor 800/BK-Diklat/897/VIII/2020.

“Diwajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara untuk menggunakan masker dan pelindung wajah atau face shield dalam beraktifitas selama jam kerja,” bunyi poin 1 dalam Surat Edaran Bupati tertanggal 26 Agustus 2020 tersebut.

Selain itu, setiap pimpinan perangkat daerah juga diminta berlaku ketat menerapkan protokol kesehatan dilingkungan kerja, antaranya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan menjaga jarak, mengurangi kontak fisik dengan orang lain, menghindari kerumunan, serta melakukan upaya pencegahan lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah membagi-bagikan face shield secara gratis kepada  ASN. #

Pemkab Gorontalo Bahas Peletakan Batu Pertama Pembangunan Secaba

LIMBOTO – Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI-AD di wilayah Kabupaten Gorontalo mulai disiapkan, pelaksanaannya pun dipastikan pada tanggal 29 Agustus 2020 depan.

“Alhamdulillah kita sudah menapaki titik awal pembangunannya”, ungkap Bupati Nelson Pomalingo ketika memimpin rapat membahas peletakan batu pertama Secaba, Selasa (25/8/2020) di ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo.

Melalui agenda tersebut, Nelson berharap, proses peletakan batu pertama Secaba akan lancar tanpa kendala, maka masing-masing penanggung jawab kegiatan diminta membangun koordinasi secara intens.

Untuk pembangunan sekolah militer di Gorontalo itu, sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo telah berupaya menyediakan lahan kurang lebih 100 hektar yang terletak di Desa Ilomata dan Desa Molowahu Kecamatan Pulubala. Tak hanya itu, Pemkab Gorontalo juga menyediakan pemenuhan administrasi serta dana untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Oleh karenanya Bupati Nelson bersyukur bahwa proses pembangunan Secaba senantiasa terkoordinasi dengan baik antara TNI-AD dan Pemerintah Daerah se Provinsi Gorontalo. Bahkan secara internal Bupati Nelson intens berkomunikasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa.

“Hingga saat ini Pemda Kabupaten Gorontalo terus berkoordinasi dengan TNI-AD, bahkan hingga ke pemerintah kecamatan dan desa”, ungkapnya.

Pengelolaan Risiko Banjir Gorontalo di Jakarta, Bupati Nelson usulkan langkah strategis

LIMBOTO – Rapat pembahasan pengelolaan risiko banjir di Provinsi Gorontalo, berlangsung di ruang rapat Djunaedi Hadissumarto, Lt. I Kantor Kementrian PPN/Bappenas RI, di Jakarta. Rapat yang diikuti para Kepala Daerah se Gorontalo, Senin (24/08/2020), dibuka Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa.

Melalui agenda tersebut Pemerintah Daerah Gorontalo dan Pemerintah Pusat akan berupaya membangun kolaborasi untuk mengelola risiko bencana banjir. Karenanya pada kegiatan itu hadir para pemegang kepentingan, seperti, Menteri Pertanian RI, Kepala BPBD RI, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR RI dan Dirjen PDASHL Kementrian LHK RI.

Dipihak lain, Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu wilayah yang sering kali mengalami bencana banjir di setiap tahun. Maka melalui kesempatan itu Bupati Nelson Pomalingo menjelaskan jika masalah banjir di Gorontalo telah sangat mengkhawatirkan sehingga perlu penanganan secara komprehensif.

“Terkait banjir ini tidak hanya dilihat dari akibat atau dampaknya, namun termasuk penyebabnya. Khusus Kabupaten Gorontalo ada dua yang menjadi perhatian yakni Danau Limboto dan Sungai Paguyaman”, ungkap Nelson.

Ia juga mengusulkan langkahstrategis, dimana anggaran penanganan banjir di Provinsi Gorontalo tidak hanya dikhususkan untuk pangan namun juga termasuk untuk perkebunan. Dengan demikian, menurutnya, pelestarian lingkungan akan benar-benar terjadi.

“Jangan kita hanya berpikir lebih kepada mengatasi akibat, tetapi lebih berpikir bagaimana mengatasi penyebab banjir. Jika lingkungan diatas rusak, maka tidak ada artinya semua yang dilakukan,” tegas Nelson sambil memberikan contoh bagaimana penanganan banjir di Jakarta yang wajib melakukan koordinasi dengan Bogor.

Bupati Gorontalo beri sinyal belajar disekolah bisa dibuka jika penuhi tiga syarat

LIMBOTO – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan membuka proses belajar dalam kelas untuk SD dan SMP dengan catatan lingkungan sekolah harus memenuhi tiga syarat.

Hal itu terungkap pada agenda talk show ‘Gorontalo Menyapa’ yang berlangsung di halaman rumah dinas Bupati, Selasa (18/8/2020).

“Saya memang ada rencana September pembukaan sekolah, tapi tidak semua sekolah akan di buka,” ungkap Prof. Nelson.

Ia menegaskan ada tiga hal yang harus terpenuhi (dilingkungan sekolah) agar pembelajaran dikelas dapat dilakukan.

Pertama, hanya sekolah yang berada di zona hijau yang bisa dibuka. Kedua, sekolah sudah benar-benar siap fasilitas protokol kesehatan, baik materil dan sprituil, yang meliputi, tersedianya alat cuci tangan, ruang kelas yang sudah disemprot disinfektan, serta tim pengajar harus melakukan rapid test.

Hal ketiga nampak sangat penting, yaitu adanya komitmen atau kesepakatan bersama antara orang tua dengan pihak sekolah untuk mendisiplinkan anak agar menghindari penyebaran Covid-19.

“Kalau itu sudah terpenuhi sekolah akan dibuka,” ujar Bupati yang master pendidikan ini sembari menambahkan Pemkab Gorontalo akan mengkaji rencana tersebut sehingga proses belajar dalam kelas bisa mulai September depan.

“Dan jika memang memungkinkan, dalam beberapa bulan ke depan akan dilakukan secara menyeluruh. Tentunya, dengan menyesuaikan aturan Pemerintah Pusat,” tambah Nelson. #

 

(JoniMile)

Meski Terbatas, Upacara HUT RI Ke -75 di Kabupaten Gorontalo Hikmad

LIMBOTO – Pelaksanaan upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke -75 Tingkat Kabupaten Gorontalo berlangsung hikmad. Pengibaran Sang Saka Merah-Putih berlangsung terbatas di halaman rumah dinas Bupati Gorontalo dan sukses ditunaikan oleh 3 pasukan kibar bendera (paskibraka).

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bertindak sebagai inspektur upacara sedangkan teks Proklamasi dibacakan oleh ketua DPRD Syam T. Ase.

Hikmatnya upacara kemerdekaan di daerah ini puntampak sarat dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap peserta wajib mengenakan masker, bahkan jumlahnya pun terbatas.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Hadija U. Tayeb menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya boleh mengirim 10 personil sebagai utusan untuk menghadiri upacara kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19.

Terlihat, pelaksanaan upacara kemerdekaan juga dihadiri Forkopimda, Bawaslu dan KPU dan seluruh pimpinan OPD. (*)

Berdiri Sigap, 72 Anggota BPD Kecamatan Pulubala Dilantik Asisten I

LIMBOTO – Sebanyak 72 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kecamatan Pulubala nampak berdiri sigap saat dilantik Asisten I Sekretaris Daerah, Drs. Astri Tuna, di Aula Kantor Diknas Kecamatan Pulubala, Senin (20/7/2020). Keanggotaan yang dikukuhkan itu merupakan pengurus BPD di 10 desa se kecamatan Pulubala yang akan menjalankan tugasnya selama masa jabatan di periode 2020 – 2026.

Pengurus BOD yang dilantik diharap dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya serta menjadi mitra yang baik dengan Pemerintah Desa untuk menjalankan program pembangunan.

”Kami berharap sesuai tupoksi BPD, bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dalam melakukan pembagunan dalam suatu desa”, ucap Astri Tuna dalam sambutannya usai mengukuhkan keanggotan BPD itu.

Ia berpesan, peran lembaga desa yang sesuai proporsi dan tupoksi masing- masing akan mendorong sebuah desa akan maju. Sebaliknya jika terjadi perpecahan dapat mempengaruhi konteks dalam membagun Desa.

”Oleh karna itu, BPD harus memahami tugas dan fungsinya. Saya kira ini satu bentuk amanah dalam melakukan tugas kesehariannya”, jelas Asri.

#

Kadis Kominfo Haris Tome Perkenalkan SiPARDI ke pelaku UMKM

LIMBOTO – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, mengutarakan, belanja online kini menjadi alternatif, bahkan tren dilakukan sebahagian besar masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan. Cara mendapatkan belanjaan lewat online itu, jelas dia, lebih dominan didorong oleh kesibukan, atau pun pembeli tak mau repot mencari barang yang diinginkan.

“Karena kemudahan itu maka orang mulai terbiasa belanja online”, ungkap Haris Tome kala memaparkan strategi yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyikapi pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 pada acara yang digagas BRI Cabang Limboto tentang podcast digitalisasi UMKM, di ruang Prioritas Kancab BRI, Rabu (15/7/2020).

Kegiatan yang diikuti para pelaku usaha mikro kecil menengah itu menghadirkan pemateri lain, masing-masing Kepala Kancab BRI Limboto Nanang Setiawan, dan praktisi startup Eko Nasaru.

Haris menerangkan, bahkan di era New Normal virus Covid-19 masih mewabah di Gorontalo. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah pasien baru secara signifikan.

”Apalagi dimasa Pandemi Covid-19 saat ini yang masih terus mewabah dan tidak diketahui kapan akan berakhir, sehingga keresahan warga yang masih akan terjangkit akan virus ini masih sangat tinggi,” paparnya.

Atas kondisi itu Haris merekomendasikan masyarakat untuk bijak berbelanja, yakni, mendapatkan kebutuhan barang dengan belanja melalui Sistem Pasar Rakyat Digital atau SiPardi.

SiPardi, sebut dia, sengaja dihadirkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran Corona.

“SiPARDI membantu kita dalam memenuhi kebutuhan dengan meminimalisir keluar dari rumah untuk berbelanja, ke toko atau pun ke pasar. Disini nanti ada kurir yang akan mengantar barang dan menjemput pembayarannya,” ujar dia.

Untuk dapat memanfaatkan aplikasi SiPARDI, dijelaskan, pengguna cukup mendaftarkan diri secara gratis dan selanjutnya mengikuti petunjuk yang tersedia di menu aplikasi.

Pemanfaatan flatform aplikasi milik Pemda Kabupaten Gorontalo yang kini telah beroleh dukungan BRI itu di klaim tak jauh berbeda dengan aplikasi belanja online lainnya.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Limboto Nanang Setiawan, menyampaikan pihaknya telah menyambut baik hadirnya aplikasi SiPARDI.

”Makanya, saat aplikasi ini diluncurkan disaat Covid-19 kita langsung merespon baik apa yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Kominfo. Apalagi program ini mendapatkan respon yang besar dari masyarakat, dan sejalan dengan apa yang telah kita programkan sejak 2018 dan 2019 kemarin,” terangnya. #

Bupati Nelson inginkan BPD Optimal Dorong Pembangunan Desa

LIMBOTO – Eksistensi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diharapkan akan mendorong pembangunan desa. Sehingga demikian kemajuan desa pada berbagai sektor secara ril akan menjadi pemicu kualitas hidup masyarakat. Harapan ini diungkapkan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menghadiri pelantikan pengurus BPD se kecamatan Telaga, Selasa (14/7/2020).

Menariknya, agenda pelantikan BPD di kecamatan ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang merupakan taman kota dan berfungsi sebagai paru-paru kota di kawasan Telaga.

Terlihat, BPD terpilih di kecamatan ini dikukuhkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Astri Tuna.

Dipihak lain, Bupati Nelson menyatakan, BPD sebagai lembaga desa dalam menjalankan fungsinya jangan membatasi diri, atau sekadar menjadi aspirator semata. BPD, kata dia, harus reaktif dengan peran lain sebagai pengawas pemerintahan desa.

“Jika desa tidak diawasi, bisa mengakibatkan desa tidak terarah, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa salah”, kata Bupati Nelson.

Karenanya ia berharap BPD yang baru dilantik tersebut akan bersinergi dengan baik dengan kepala desa dalam membangun desa.

“Saya meminta BPD bisa menjadi wadah aspirator, juga mengawasi” katanya.


Sebaliknya, Kepala Desa juga diminta menjadi mitra yang baik bagi BPD. Sebab dengan Kemitraan , jelas Nelson, merupakan langkah strategis untuk mempercepat akselerasi desa dari segala sektor.

Orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo ini pun dengan tegas menyatakan langkah yang akan ditempuhnya untuk mendorong kualitas BPD agar lembaga desa itu optimal untuk kemajuan desa.

“Nah, nanti kita lakukan bimtek (bimbingan teknis) kepada BPD, sehingga mereka kerjanya baik, baik dalam fungsi selaku aspirator, perancang pembangunan desa, juga pengawas pembanguan desa,” jelas Nelson seusai agenda di ruang terbuka tersebut.

Hingga akhir kegiatan, proses pelantikan BPD se Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo terpantau berlangsung aman dan sukses di saksikan oleh masyarakat, unsur Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan. #

Secured By miniOrange