Telaga Puncak Mulai Disiapkan

TELAGA BIRU – Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan mulai merintis pembangunan infrastruktur dalam rangka pembentukan Telaga Puncak. Buktinya, pada tahun ini kurang lebih sebesar 14 milyar rupiah diarahkan ke wilayah yang bakal menjadi mekaran dari Kecamatan Telaga Biru itu. Sebagaimana pada penjelasan Bupati Gorontalo disela kunjungan kerjanya saat kegiatan ‘Kambungu Beresi’ yang diselenggarakan komunitas pencinta lingkungan di Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/1), mengatakan, dana Rp. 14 M tersebut akan diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasaran jalan.

Bupati Nelson menilai, Daerah Dulamayo (wilayah bakal pemekaran kecamatan Telaga Biru) sangat potensial. Berbeda dengan daerah lain, kawasan ini terletak diketinggian dengan kondisi alam yang dingin dan menjadi kawasan agro wisata yang bagus. Dulamayo, tambah Bupati, juga memiliki hutan pinus dan merupakan daerah puncaknya daerah Gorontalo.

“Maka potensi ini yang baik dikembangkan. Sebagai langkah konkritnya tahun ini ada Rp. 14 Miliar rupiah dari dana alokasi khusus (DAK) dikucurkan ke wilayah Telaga Puncak, untuk membangun sarana dan prasarana berupa jalan sebagai impian masyarakat dan untuk terbukanya akses transportasi yang baik, ujar Bupati Nelson. (*)

Komitmen terapkan KTR, Pemda ini terima penghargaan Paramesti dari Kemenkes RI

YOGYAKARTA, – Sukses menerapkan peraturan Bupati (Perbup) tentang kawasan tanpa rokok (KTR), Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo terima penghargaan “Paramesti” dari Kementrian Kesehatan RI, Rabu (12/7). Penghargaan diserahkan langsung Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. M. Subuh pada pertemuan aliansi Bupati/Walikota Peduli KTR dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), di The Alona Hotel Convention Center, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Selengkapnya

Guru Besar ITB, Satria Bijaksana: Perlu zonasi untuk selamatkan Danau Limboto

Pemerintah Kabupaten Gorontalo merasa sangat berkepentingan sehingga terus berupaya maksimal mendukung penyelamatan Danau Limboto. Pasalnya, danau di tengah kritis itu seutuhnya berada di wilayah Kabupaten Gorontalo. Dalam perjalanannya, krisis danau itu kini tak lagi hanya berkisar pada pendangkalan, namun masalah penyempitan areal telah menjadi ancaman baru sehingga dikhawatirkan menyebabkannya menjadi punah. Selengkapnya