Bupati Nelson sampaikan sejumlah permasalahan ke Presiden

Presiden Joko Widodo berfoto bersama para Bupati sebelum melakukan pertemuan di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (5/7) pagi. (Foto: Oji/Setneg. Sumber: tilongkabilanews.com)

 

BOGOR – Dalam pertemuan gelombang pertama antara Presiden Joko Widodo dengan para Bupati se-Indonesia di Ruang Garuda Instana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7), Bupati Gorontalo tak menyia-nyiakan waktu mengutarakan sejumlah problematika pembangunan daerah, antaranya menyangkut minimnya jumlah pegawai akibat belum adanya pengangkatan PNS serta kurangnya guru dan K2.

Dilansir  tilongkabilanews.com, Bupati Nelson Pomalingo, di Jakarta, mengatakan, pertemuan gelombang pertama dihadiri 22 bupati. “Acaranya cukup santai, kita makan bersama dan Presiden minta agar para bupati mengemukakan problema di daerah,” katanya.

Deklarator pembentukan Provinsi Gorontalo itu antara lain mengeluhkan masalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gorontalo. “Tiap tahun ASN yang pensiun mencapai 300 orang pertahun, sedangkan yang terangkat tidak ada. Saya juga mengutarakan masalah kekurangan guru, juga tentang K2,” paparnya.

Selain itu bupati yang mantan Rektor Universitas Gorontalo mengusulkan agar dilakukan pengembangan pertanian tidak sekadar mengarah pada ketahanan pangan. Ia berharap pengembangan pertanian diarahkan untuk pengembangan perkebunan karena mengingat pendapatan asli daerah, investasi, juga ekologi ke depan.

Dipihak lain, Kabupaten Gorontalo, jelas Bupati, terbilang cukup diminati calon investor, hanya saja peluang investasi tersebut masih terkendala pasokan listrik yang minim. Karenanya kepada Presiden, ia meminta Pemerintah Pusat mendorong PLN meningkatkan kapasitas kelistrikan di Kabupaten Gorontalo.

Bagi artikel