Bupati Nelson Lantik 244 Pejabat Fungsional. Peralihan jabatan tuntutan penyederhanaan birokrasi

LIMBOTO – Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo melantik 244 pejabat fungsional dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo, Jumat (31/12/2021). Pelantikan itu sesuai amanat Kementerian Dalam Negeri tentang batas waktu pelantikan pejabat fungsional pada tanggal 31 Desember 2021.

Dalam arahannya usai pelantikan yang berlangsung di gedung Kasmat Lahay Limboto itu, Bupati Nelson mengatakan, peralihan dari jabatan struktural menjadi fungsional merupakan kebijakan aturan Pemerintah Pusat melalui PP Nomor 13 tahun 2020 dalam rangka manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Disebutkan, penyetaraan ini juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara sekaligus menjadi salah satu misi Presiden Joko Widodo dalam rangka menyederhankan birokrasi, sehingga jabatan Eselon IV ditiadakan dan menjadi jabatan fungsional.

“Saya dengan Pak Wabup Hendra Hemeto, salah satu program unggulan adalah trasformasi biroktasi,” kata Bupati Nelson ditengah arahannya, Jumat.

Ia menambahkan, dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hendra Hemeto Pemerintah Kabupaten Gorontalo memiliki tiga program unggulan, yakni SDM (pendidikan dan kesehatan), pembangunan ekonomi terpadu, dan transformasi birokrasi.

Transformasi birokrasi, kata Nelson, perlu dilakukan agar proses pembangunan, kemasyarakatan dan pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik.

Dalam kesempatan itu ia mengungkap adanya perilaku birokrasi yang cenderung reaktif dikala menemui masalah atau persoalan.

“Seperti apa yang saya sering sampaikan, bahwa didalam membangun ini kadang kala kita hanya reaktif, hanya ketika ada masalah baru diselesaikan,” katanya.

Seorang birokrat, kata dia, harus bertindak proaktif sesuai standar operasional prosedur dan transformatif.

Saya berharap jangan hanya reaktif kalau dapat terus ditingkatan lebih baik lagi. dibutuhkan Proaktif. Sebelum terjadi masalah kita siap melakukan perbaikan -perbaikan termasuk melakukan dan membuat standar operasional dan paling utama transformatif,” ungkap Nelson.

Dia menyebut seorang yang mengemban jabatan fungsional memiliki kelebihan tunjangan yang jelas seperti guru dan dokter.

“Saya kira jabatan fungsional di Kabupaten Gorontalo sudah ada. Contohnya, para guru dan guru itu tidak perlu menjadi kepala sekolah karena mereka punya tunjangan profesi. Begitu pula dokter tidak perlu menjadi kepala rumah sakit, mereka punya tunjangan profesi. Maka ini juga diikuti menjadi profesi-profesi lainnya. Karena memang di dalam program pemerintah adalah kita berharap OPD itu struktur minim tapi kaya fungsi,” tandasnya.

Ia berharap para pejabat fungsional yang baru dilantik itu akan mengukir karir dengan baik agar dalam perjalanan birokrasi.

Bagikan artikel:

Berita lainnya...

Kategori Pemberdayaan

FACEBOOK PAGE