Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Terkait Isu Vaksin Covid, Bupati Nelson: Jangan memprovokasi, guru harus jadi contoh!

LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo didukung berbagai pihak getol melangsungkan layanan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Tak heran posko-posko penanganan Covid-19 terlihat disetiap desa maupun kelurahan. Disayangkan upaya tersebut masih terhambat dengan simpang-siurnya informasi tentang efek negatif akibat vaksin Covid-19.

Ditengarai, info hoax tentang Covid-19 telah menyebabkan banyak warga masyarakat enggan divaksin. Padahal manfaat vaksin sangat berpengaruh pada keselematan diri dan orang-orang disekitar.

Hal ini menjadi penekanan Bupati Nelson Pomalingo dalam arahannya dihadapan para pelaku pendidikan se Kecamatan Mootilango, di Aula Kantor Desa Paris, Kecamatan Mootilango, Senin (30/8/2021).

 

BUpati Gorontalo Nelson Pomalingo saat memberi arahan dihadapan para pelaku pendidikan di kecamatan Mootilango.

Ia meminta para guru untuk menepis beredarnya isu efek negatif vaksinasi Covid-19. Guru pun diminta menjadi pelopor dalam mengimbangi isu-isu tidak baik yang mempengaruhi pemahaman masyarakat.

“Covid-19 ini ada. Jangan sampai ada yang tidak percaya. Saya harap guru menjadi contoh, jangan sampai guru menjadi provokator, guru harus menjadi contoh”, tegas Bupati Nelson.

Ia menambahkan, problema tentang vaksin Covid-19 saat ini, dipengaruhi oleh isu media sosial. Ia membandingkan pelaksanaan vaksinasi Cacar (sebelum adanya media sosial) dengan vaksinasi Covid-19 saat ini.

“Mungkin kalau sudah ada medsos saat itu (saat vaksinasi Cacar) pasti semua tidak mau, karena panas dan meninggalkan bekas. Ini (vaksin Covid) tidak ada luka bekas masih ada warga yang tidak mau. Inilah pengaruh medsos, maka jangan percaya (informasi sesat) hari ini”, ungkap Bupati.

Dihadapan para pengawas sekolah, para kepala sekolah, para guru, P3K serta para tenaga kontrak sekecamatan Mootilango, Bupati Nelson menegaskan bahwa mulai tanggal 1 September 2021, SD dan SMP akan dibuka. Di ruang-ruang kelas akan dilangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM). Peran guru dan stakeholder pendidikan pun diharap dapat mendukung lancarnya proses PTM, yakni memberi pemahaman kepada warga untuk sadar mengikuti vaksin Covid-19.

(Kominfo/Ian/Jn)

Bagikan artikel:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Secured By miniOrange