LIMBOTO – Bupati Nelson Pomalingo berharap peran setiap tokoh agama sebagai pencerah bagi masyarakat juga mampu mengendalikan pemanfaatan media sosial yang mengarah ke hoax. Bupati menjelaskan, hadirnya media sosial telah memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mengunggah dan meluapkan ekspresi. Namun begitu, ia menyayangkan teknologi ini juga dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk menyebarkan informasi sesat yang seolah-olah benar, sehingga mampu membetuk opini, memengaruhi masyarakat dalam berkehidupan sosial.

“Saat ini rakyat melalui media sosial sudah sangat bebas menyampaikan sesuatu baik yang sifatnya kebenaran bahkan pemutarbalikan fakta, fitnah, dan wajib bagi kita cegah terjadinya hoax”, kata Bupati Nelson pada rapat peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, yang digelar Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Gorontalo, di Milana Hotel, Selass (25/7).

Konten hoax jika tidak bisa diatasi dengan baik, dijelaskan, bisa saja memicu pergesekan yang merusak tatanan kehidupan bahkan dapat mengancam kerukunan.

Maka untuk meredam beredarnya informasi bersifat hoax tersebut, Bupati Nelson menyatakan bahwa dibutuhkan benteng-benteng yang mencerahkan.

“Benteng-benteng itu tentunya adalah orang-orang yang dekat dengan masyarakat. Nah siapa dia? Mereka adalah ulama, pendeta serta mereka yang bergaul terus dengan umatnya,” tegas Nelson.

Pada kesempatan lain Kepala Dinas Kominfo Azis Nurhamidin, saat dimintai tanggapannya soal informasi hoax mengatakan masyarakat perlu mengetahui beberapa hal yang dianggap sebagai konten negatif adalah pornografi, sara, penipuan, dagang ilegal, narkoba, perjudian, radikalisme, kekerasan, kekerasan anak, malware dan fishing, pelanggaran kekayaan intelektual, dan untuk pengaduannya dapat melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id, ketika terbukti maka bisa dilanjutkan pada proses hukum. (*)