ASN Kabupaten Gorontalo harus bisa ngaji

Selama bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo memprogramkan pengenalan huruf Hijaiyah bagi Aparatur Sipil Negara. ASN Muslim yang belum mahir baca Qur’an dilatih sebelum melakukan aktivitas kantor. Harapannya, ASN mayoritas ini harus bisa membaca Al-Qur’an tanpa terkecuali.

Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd, menekankan, setelah program baca Qur’an tersebut maka pada tanggal 1 Muharram 1440 H nanti seluruh ASN di lingkungan kerja Kabupaten Gorontalo sudah harus lancar baca Al-Quran, sehingganya mereka pun diharap akan mudah memahami dan menjalankan kandungan kitab suci yang disampaikan Allah melalui Nabi Muhammad SAW dengan baik.

“ASN wajib bisa baca, batasnya tanggal 1 Muharram 1440 Hijriyah semua (aparat muslim) harus sudah bisa baca Al-Qur’an. Dengan mempertebal amalan mereka menjadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Nelson ditengah sambutannya pada peringatan Nuzul Qur’an 17 Ramadhan Tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 1439 H yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (1/6).

Ditengah sambutannya Bupati mengatakan Al-Quran adalah kitab suci pencerah bagi ummat manusia yang memberi cahaya pengetahuan, utamanya tentang perbedaan hal-hal bernilai baik (halal) yang perlu diamalkan, dan hal-hal bersifat buruk (haram) yang harus dijauhi. Karenanya orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo ini nampak memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi  dan membina mental generasi melalui TPA/TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

Ia menyebut ada kurang lebih sebanyak 3.000 santri lagi telah mengikuti khatam raya di Kabupaten Gorontalo pada tahun ini.

 

 

Pada kesempatan itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Drs. H. Sabara Karim Ngou, M.Pd.I, dalam ceramahnya menyampaikan keutamaan Al-Quran, yakni, meliputi kemurnian kandungan dan ajaran didalamnya, sebagai kitab suci petunjuk bagi manusia, serta pembeda antara hak dan bathil.

“Al-Quran tidak ada keraguan didalamnya, Allah yang menurunkan Allah pula yang menjaganya. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia, pembeda antara hak dan bathil,” ungkap Kemenag Sabara. (Joni Mile/Kominfo Kab. Gtlo).

Bagi artikel