Warga Ilomangga manfaatkan jembatan ini dari dulu

Karena menjadi satu-satunya alterternatif terdekat yang digunakan warga menyebarang kesebelah sungai, Jembatan Merah di Dusun IV ini akan dibangun permanen.

“Saya mengecek jembatan bambu itu dan ternyata kondisinya memprihatinkan,” ungkap Bupati Nelson Pomalingo, Senin (12/2), saat meninjau jembatan desa Ilomangga Kecamatan Limboto Barat.

Sebelumnya ia mendengan keluhan warga setempat karena kondisi jembatan untuk memperlancar kegiatan petani itu sejak dulu keadaannya mengkhawatirkan.

“Jembatan itu satu-satunya lintasan cepat bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian. Namun kondisinya sudah tidak layak. Maka segera mungkin melalui dinas PU saya minta untuk membuat jembatan yang layak bagi para petani kita”, ucap Bupati Nelson. (*)

Baru 5 Penyandang Disabilitas jadi ASN

LIMBOTO – Mulai tahun 2017 Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo telah berhasil mengangkat lima penyandang disabilitas menjadi tenaga honorer yang masing-masing ditempatkan di kantor organisasi pemerintah daerah yang berbeda. Hal itu terungkap dalam apel Korpri yang berlangsung di Sport Center Limboto, Rabu (17/1).

Sebelumnya, Bupati Gorontalo Nelson Pomaligo pada pertengahan tahun 2016 lalu telah menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Diklat untuk mempekerjakan para penyandang disabilitas berkompetensi di lingkungan pemerintahan daerah.

Bupati Nelson menilai, para penyandang cacat biasanya memiliki keunggulan khusus dan lebih konsentrasi menyelesaikan tugas dibanding individu normal. “Kita banyak melihat banyak penyandang disabilitas yang memiliki kelebihan, bahkan mereka lebih konsen dalam menyelesaikan pekerjaan. Sehingganya keberadaan mereka saya harap akan mendorong kompetisi yang sehat dikalangan ASN”, ungkap Bupati.

Sebagai bentuk penghormatan dari seluruh ASN yang hadir pada apel Korpri itu, Bupati Nelson meminta kelima tenaga honorer tampil diatas panggung untuk memperkenalkan diri.

Pada tahun ini, Pemda Kabupaten Gorontalo kembali merencanakan penambahan kuota pengangkatan tenaga honorer dari kalangan disabilitas. (*)

Telaga Puncak Mulai Disiapkan

TELAGA BIRU – Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan mulai merintis pembangunan infrastruktur dalam rangka pembentukan Telaga Puncak. Buktinya, pada tahun ini kurang lebih sebesar 14 milyar rupiah diarahkan ke wilayah yang bakal menjadi mekaran dari Kecamatan Telaga Biru itu. Sebagaimana pada penjelasan Bupati Gorontalo disela kunjungan kerjanya saat kegiatan ‘Kambungu Beresi’ yang diselenggarakan komunitas pencinta lingkungan di Kabupaten Gorontalo, Minggu (14/1), mengatakan, dana Rp. 14 M tersebut akan diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasaran jalan.

Bupati Nelson menilai, Daerah Dulamayo (wilayah bakal pemekaran kecamatan Telaga Biru) sangat potensial. Berbeda dengan daerah lain, kawasan ini terletak diketinggian dengan kondisi alam yang dingin dan menjadi kawasan agro wisata yang bagus. Dulamayo, tambah Bupati, juga memiliki hutan pinus dan merupakan daerah puncaknya daerah Gorontalo.

“Maka potensi ini yang baik dikembangkan. Sebagai langkah konkritnya tahun ini ada Rp. 14 Miliar rupiah dari dana alokasi khusus (DAK) dikucurkan ke wilayah Telaga Puncak, untuk membangun sarana dan prasarana berupa jalan sebagai impian masyarakat dan untuk terbukanya akses transportasi yang baik, ujar Bupati Nelson. (*)

Bupati Berang Saat Sidak OPD

LIMBOTO – Bupati Nelson Pomalingo sempat dibuat berang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dibeberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (5/1). Pasalnya, terdapat beberapa kantor yang belum memenuhi hal-hal yang telah diinstruksikan pada tahun sebelumnya, seperti pembuatan lubang biopori, sumur resapan, kotak saran. Malah, ketidakhadiran para tenaga kontrak pun nampak beroleh sorotan keras dari Bupati Gorontalo.

Ditengarai, pelaksanaan sidak tersebut sebagai langkah awal pengecekan yang dilakukan pimpinan daerah terhadap kesiapan aparat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi setelah ditetapkannya tahun 2018 sebagai tahun kinerja oleh Pemerintah Daerah ini.

“Inspeksi ini sebagai tahapan awal bagi kita dalam menjalankan kinerja ditahun 2018. Beberapa hal yang saya sidak, yakni dokumen-dokumen perencanaan, tingkat pelayanan, kenyamanan kantor baik penerimaan tamu dan taman serta melihat biopori dan sumur resapan”, ujar Bupati Nelson.

Bupati menambahkan, ditengah sidak yang berlangsung pagi usai pelaksanaan agenda olahraga tersebut ia menemukan ada pimpinan pada salah satu OPD tidak berada ditempat, termasuk kepala bidang, dan juga kepala seksi.

 

Ternyata bukan hanya soal kehadiran tenaga kontrak yang memicu Bupati Nelson tambah berang, lubang biopori yang diinstruksikannya sejak tahun 2017 lalu pada setiap halaman kantor pun malah tidak diindahkan. “Yah…, setelah saya cros cek, ternyata sumur resapan belum dibuat hingga hari ini, padahal disetiap rapat Pimpinan OPD mengaku sudah punya. Hasilnya tidak ada satupun. Padahal untuk membuatnya hanya butuh waktu satu jam,” tandas Bupati Nelson Pomalingo berang karena merasa telah dibohongi. (*)