Pemkab Gorontalo Komitmen Hijaukan Lingkungan Hutan

LIMBOTO, TransHulonthalo – Kondisi hutan di Gorontalo setiap tahun kian memiriskan. Gundulnya hutan tak hanya diakibatkan oleh pembalakan, tetapi juga didorong oleh pembakaran lahan dipinggiran kawasan hutan oleh sebahagian masyarakat dan dijadikan sebagai lahan perkebunan. Desakan kebutuhan ekonomi ditengarai telah memperparah hutan di Gorontalo.

Sebagaimana pemantauan yang dilakukan REDD Plus (organisasi yang bergerak dibidang lingkungan di Indonesia), sebagaimana di paparkan Mr. Yazaki dari Jepang, Jumat (28/10), di ruang pola kantor bupati, pengamatan dilakukan melalui Citra Satelit menunjukkan rusaknya kawasan hutan dikawasan Gorontalo umumnya terjadi sejak tahun 1960 hingga tahun 2010. Kenyataan ini menjadikan Gorontalo devorestrasi dan mengakibatkan emisi gas karbon naik, lingkungan pun menjadi panas.

Atas kenyataan itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dengan REDD Plus terlihat berupaya menemui kesepakatan agar bisa bersama mendesain program yang bermanfaat bagi masyarakat dipinggiran hutan. Menanam pohon yang menghasilkan menjadi tawaran pertama sebagai upaya pemulihan hutan.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo didampingi Wakil Bupati Fadli Hasan, dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai merencanakan program budidaya tanaman kopi di kawasan hutan yang telah dirambah. “Budidaya kopi dinilai bisa memberi nilai tambah bagi peningkatan ekonomi rakyat, sekaligus melindungi kembali hutan kita”, jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Nelson juga menyayangkan kerusakan hutan di Kabupaten Gorontalo telah diakibatkan oleh alih fungsi lahan secara besar-besaran. Penebangan kayu keras untuk ladang jagung memicu rusaknya lingkungan di daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *